Puisi Tentang Pengalaman yang Mengesankan

Puisi Tentang Pengalaman yang MengesankanINFOREMAJA.NET – Pasti di antara kalian ada yang mempunyai kenangan yang mengesankan baik itu pengalaman cinta, pengalaman sekolah, pengalaman kuliah, pengalaman mendaki gunung, pengalaman bepergian atau bahkan pengalaman tentang makanan. Semua itu pasti akan membawa kita ke dalam masa yang tidak akan kita lupakan seumur hidup.

Tapi kebanyakan diantara kalian lebih menitik beratkan pada pengalaman tentang asmara. Asmara memang sangat menyentuh relung hati kita yang paling dalam baik itu bahagia maupun menderita, baik itu suka maupun duka, baik itu gembira maupun sedih dan lain sebagainya.

Semua itu akan coba kami rangkum dalam bait puisi untuk anda agar kalian lebih memahami arti sebuah kenangan dalam hidup kita masing-masing. Berikut ini akan kami sajikan untuk anda para remaja sekalian.

Puisi Pengalaman Mengesankan

Di kala mentari menyinari bumi
Ku terbangun demi mewujudkan mimpi
Ku langkahkan kaki demi meraih citaku
Ku tanamkan dalam jiwaku
Tiada hari tanpa mencari ilmu
 
Walau itu tak mudah kuwujudkan
Kenyataan yang sulit aku hindarkan
Nilai yang kurang memuaskan
Terkadang meruntuhkan semua harapan
 
Kenyataan pahit kan ku jadikan sebuah pelajaran
Ku kan terus belajar demi sebuah keberhasilan
Kapan pun ku kan tetap berusaha
Demi menggapai cita-cita

Kemudian ada juga puisi kenangan tentang malam berikut ini.

Malam yang Hilang kembali Indah

Angin malam mulai menghembus tenang
Menerpa dan bergejolak menyerap kegalauan
Menghilangkan masa masa suram
Yang dulu tlah lama hilang
Kini seakan kembali hidup dengan sinarnya

Rembulan tersenyum ceria
Menyambut aku dengan penuh keindahan
Memberikan harapan dan penuh kasih sayang
Lantunan suara merdu mengiringi malamku
Bersama nada nada melodi yang menghampiriku

Aku merasa hidup kembali
Aku merasa bangkit kembali
Setelah lama tak kurasa malam indah ini
Meski mulut tak mampu tertawa
Tapi hatiku seakan tersenyum merasakannya

Sungguh anggun malam ini
Mempesona sekali indahnya malam ini
Hari ini seakan sempurna diisi suara hati
Suara keindahan yang muncul kembali

Dan aku sangat bersyukur untuk malam ini

Ada juga puisi kenangan tentang wajah berikut ini.

Ketika Aku Melukis Wajahmu dengan Harapan

Ketika aku melukis matamu
Air mataku menetes tak kuasa
Aku merasakan tatapan yang indah darimu
Yang selama ini tak pernah kurasa

Ketika aku melukis hidungmu
Kuhirup aroma semerbak bunga
Aku merasakan betapa wanginya aroma cintamu
Namun sayang aku hanya bisa mendamba

Ketika aku melukis bibirmu
Mulutku tertutup dengan cepatnya
Bukan karena aku tak bisa mengatakan sesuatu
Hanya mulutku yang diam merasa tak dapat berbicara tentang cinta

Ketika ku lukis telingamu
Seakan gendang kupingku tak mendengar apa apa
Karena sekarang aku tak lagi mendengar suaramu
Yang semestinya aku dengar sepanjang masa

Ketika telah kulukis semua wajahmu
Aku berhenti dan aku telah menyadari semuanya
Bahwa semestinya aku tak perlu berat mengharapkanmu
Karena kau mungkin tak pantas untukku memlikinya

Ketika aku benar benar menyadari dari lukisanku
Hanya tanganku yang menengadah untuk berdoa
Berdoa supaya suatu saat aku bisa hidup bersamamu
Dan menggandeng tanganku untuk selamanya