Puisi Tentang Kehidupan Menyakitkan

Puisi Tentang Kehidupan MenyakitkanINFOREMAJA.NET ~ Kehidupan memiliki banyak tanda tanya, karena semua yang terjadi kepada kita semuanya adalah sebuah rahasia yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui.

Coba sahabat bayangkan saja ketika semua yang akan terjadi sama kita diketahui sebelumnya.

Pastinya kita akan syok duluan apalagi kalau kejadiannya berkenaan dengan hal yang menyakitkan terutama tentang kematian.

Makanya kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan.

——————————————————————————————————–

HIDUP YANG MENYAKITKAN
Oleh: Pujangga Piningit

Akulah Rakyat Jelata
Menikam pedihnya kehidupan
Kemelut mendekam hati
Sesuap nasi bak emas berlian

Tenggorokanku, tak pernah mengecap susu
Apalagi yang namanya pizza
Anakku, sering menangis bukannya cengeng
Melainkan ASI ibunya sudah kering

Akulah Rakyat Jelata
Penikmat hidup penuh susah
kerja sekarang dimakan sekarang
Karena hidup adalah perjuangan

Aku sadari susahnya cari makan
Jika ada yang bertanya kenapa badanku kurus?
Aku akan jawab “karena sebagian dagingku dimakan orang-orang besar”

Akulah Rakyat Jelata
Berangkat pagi pulang pagi
Harapakanku telah hilang
Dimakan tuan-tuan pemerintah

Apalah arti hidup ini
Tiada berguna lagi
Bukannya aku tidak mau bersyukur
Namun, aku tak kuat menahan sakit ini

Aku yakin Tuhan tidak akan murka kepadaku
Karena Tuhan sudah tahu kehidupanku

“Akulah Rakyat Jelata” kawan
Yang ku makan hanya sisa-sisa di tempat Sampah

—————————————————————————————————————–

PUISI KEHIDUPAN YANG MENYAYAT HATI
Oleh: Adhy Supriadhi

Terpuruk ku sepi sendiri
Dalam kamar gelap dan sempit
Tak ada teman menemani
Hanya aku dan nafasku

Menangis,,,
Hanya itu yang ku lakukan
Merenung,,
Hanya bisa ku meratap

Hidup tak akan selalu begini
Keluarlah dari semuanya
Hadapi hidup,,
Dan jalani penuh dengan keikhlasan

———————————————————————————————————————

LUKA YANG MENYAKITKAN DI DALAM HATI KECILKU
Oleh: Cristian Gabriel Montilla

Di dalam kesunyian dan kesepian hati ku
Aku berteriak dan menjerit bawa aku tak sanggup lagi
Menjalani hidup ku yang penuh teka-teki ini

Mengapa aku tak kuat menghadapi semua ini
Aku hanya bersimpuh dan malu
Aku ingat akan dosa-dosa yang telah berlalu

Terpaksa aku bersama nyanyian
Hati ku yang merintih-rintih ini
Aku telah letih, goyah dan gontai

Biarlah embun yang mengalir membasahi
Hati ku dan kuncup-kuncup mawar yang lagi mekar
Bersama perihnya luka dihati ku

Namun mengapa perih ku ini
Memunculkan darah segar dan menerpa bumi ini
Di dalam simpuh dan sujud aku bersama luka….