Kumpulan Puisi Rindu Yang Menggugah Perasaan

Kumpulan Puisi Rindu Yang Menggugah Perasaan

Berikut ini akan kami sajikan kumpulan puisi rindu untuk para remaja yang sedang mengalami kerinduan yang mendalam kepada kekasihnya baik itu yang jauh di sana maupun yang dekat, setidaknya bisa mengobati sedikit kerinduannya. Siapa tahu bisa terinspirasi dengan puisi ini, bisa kok langsung mengirimkan kepada sang pujaan hati.

Rindu memang terkadang membuat kita merasa resah dan gelisah jika kita tidak bertemu atau jarang bertemu dengannya.Terkadang gundah gulana, risau, pangling, pikiran melayang, entah apa namanya yang jelas perasaan itu seakan membuat kita galau dan sulit untuk di ungkapkan dengan kata – kata, hanya perasaan yang mampu berbicara untuk menggambarkan hal itu.

Mengapa kita rindu??? Pertanyaan itu mungkin tidak ada jawabannya atau hanya sekedar ungkapan hati agar kita sadar bahwa kita rindu karena kita telah jatuh cinta pada seseorang yang kita sayangi dalam hidup kita yang merupakan belahan jiwa yang selama ini mengisi relung hati kita yang paling dalam atau mungkin dialah orang yang nantinya akan mengisi hari – hari kita dalam menjalani kehidupan yang baru. Apapun itu, Yang jelas janganlah kita rindu pada seseorang yang tidak tepat untuk di rindukan, tetapi sebaliknya rindukanlah seseorang yang juga merindukan kita yang senantiasa menemani hari – hari kita dalam suka maupun duka.

Rindu pada yang terkasih adalah hal manusiawi yang mempunyai makna tersendiri dalam hidup kita dalam menjalani bahtera kehidupan cinta yang hakiki, dalam artian cinta yang sebenar – benarnya cinta. Cinta memang penuh dengan liku – liku yang sulit di tebak datangnya dari mana. Entah itu datangnya dari masa lalu, masa sekarang, bisa juga nantinya datang di masa depan bisa juga hadir pada saat – saat tertentu. Dia  hadir dengan sendirinya tanpa terduga sama sekali…Yah,, Law berbicara masalah cinta, mungkin tidak akan ada habisnya, dari pada ngebahas masalah cinta, mending kita langsung simak aja nih kumpulan Puisi Rindu yang kami sajikan buat sobat – sobat yang lagi kangen ama pujaan hatinya… Langsung kirim yah….!!!! Yuuukkkk…….!!!!!

Menapaki Kerinduan

Menapaki Kerinduan

ketika sinar rembulan pucat
sesosok rindu tanpa sayap
terbang ke langit malam

gelap mata
gelap hati
membuat ia lupa dimana tempat bersinggah
gelap malam menghapuskan arah dan tujuan

sementara,
dingin sunyi menjadi saksi
jiwa-jiwa yang menggigil
terperosok ke ceruk jurang malam

dalam…
sedalam hatimu

debur ombak di Pantai Barat menghantam jiwaku
tapi tak mampu goyahkan sepi
sapaan angin mengajak kabut dingin
menyusupi pori-pori,
merontokkan tulang..,
tapi tak mampu runtuhkan sunyi

sepi tanpa keheningan
sunyi dalam kebisuan

disitu aku terdampar
sendiri
menapaki kerinduan

Pangandaran,  2009

Kunyanyikan Rindu

Kunyanyikan Rindu

di sini
di antara kemeriahan dan bintang
aku memilih sunyi
di mana telah kutanam hektaran rindu untukmu
ketika malam berjatuhan
hingga terdampar di pagi

dan untuk kesekian kalinya
aku merasa kau begitu jauh
meski kita masih saling berteduh
di bawah langit yang sama

kekasihku…
jika kau percaya angin adalah satu
jika kau percaya samudera adalah biru
akan kunyanyikan rindu ini
lewat angin, lewat laut
lewat sunyi
dan denting malam

Ciamis, Agustus 2009

Cinta di Matamu

Cinta di Matamu

entahlah..,
berapa kali harus kuyakinkan dirimu
bahwa rindu yang mengalir dalam darahku adalah rindumu

mungkinkah..,
kau dengar
cerita yang tergelar lewat bisunya malam
itu cerita cinta
tentang kau dan aku

kau tahu
purnama ini begitu indah
walau tak seindah senyummu
yang terakhir kali
masih kuingat

kasih..,
aku lihat senyummu
di antara bintang dan bulan purnama
aku dengar suaramu
lewat hembusan angin dan gesekan daun-daun

tapi rinduku belum juga terobati

kasih..,
apakah hari ini kau simpan rindu
seperti rindu yang menggunung di hatiku..?

ah..,
bila saja mungkin
ingin kulihat cinta di matamu
sekali lagi..!

ciamis, 1 Februari 2004

Harapanku

Harapanku padamu tak kan sirna

Letih sudah kumenahan rindu
rindu yang tak kesampaian
mungkinkah jadi kenyataan
atau hanyalah sebuah angan

Lelah kini kubertahan
dalam kesepian jiwa
mungkinkah ia merasakan
ataukah hanya bertepuk sebelah tangan saja
Follow Kami :

Aku ingin
suatu hari nanti
ia menyadari
hati ini yang menyayangi

Harapku
bila mungkin aku tiada lagi
ia tersenyum
atas tulus cinta yang kuberi

Puisi ini karya: Danti Nur Mawaddah

Kepada Sang Rembulan

Kepada Sang Rembulan

kepada sang rembulan
apakah salamku telah kau sampaikan atau sengaja kau simpan sebagai kenangan
dan malam menertawaiku…

ia mengajakku menari,meski tampak malu-malu namun wajahnya nampak cantik dengan sedikit guratan cahaya
ia berbisik padaku “aku mengenalmu sebelum rindu membelaimu ”
di suatu sudut aku tertawa…

kami menari…dan menari…
menciptakan tarian dalam rindu yang cemburu
sesekali ku lihat air mata dari kelopak indah yang merindu
di suatu sudut aku tertawa…

malam beranjak perlahan di hening yang tertahan
mencumbu rindu yang meluru dalam jiwa sang perindu
meski kerinduan tertahan dalam bait-bait penantian
tapi waktu akan memberi jawaban…

puisi ini by : Noah vetra

Jiwa Kosong

Jiwa Kosong

kasih……
merangkai kata ungkapan jiwa
terhampar dalam hamparan
sejak tiada mendengar suaramu
sangat terasa kehampaan
hari-hari sunyi tanpa gairah
jiwa kosong
semua terasa mati
kasih…….
karena cinta teramat dalam
pengharapan dalam penantian
hati menangis ….teriris
rindu akan dirimu di setiap waktu
memeluk bayangan mu di setiap tidur
ku garis pada renungan hati
selagi jiwaku masih ada
dirimu akan tetap ku raih….
namun……
jika diriku sudah tiada
suatu kebanggaan
bahwa diriku telah memiliki
“CINTA SEJATI”

“Pujangga Kelana ”
Doerie, 21/06/2012

Kemana Rindu kan Menepi?

Kemana Rindu kan Menepi?

ingin ku lukis wajah rembulan di kanvas merah sang malam, dengan sedikit guratan warna ungu dan jingga
membentuk gulungan awan yang menyiratkan makna kerinduan

kemana perginya sang bidadari,ia tak kulihat lagi dengan sayapnya yang putih terang,ia selalu terbang dan tersenyum diantara awan dan rembulan
apakah malam telah menuntunnya kembali pulang
tetapi kemaren ia masih bersamaku
duduk dan berbincang santai..

aku masih mendengar tawanya dari kejauhan
lembut seperti dentingan dawai…
dan aku masih merasakan senyumnya meski sekilas di balik awan…

Resah menyelinap perlahan
menenggelamkanku dalam palung yang teramat dalam
menghempasku jauh dalam pusaran rindu yang tak tergantikan

kemana perginya sang bidadari
di ujung senja rindu menanti dan tertati
melukis rangkaian bait-bait salam
berharap hadir dalam ingatan…

Kemana rindu kan menepi by Noah vetra

Binar Rindu

Binar Rindu

Desir waktu kian bergulir
Memucat paras sang nawan
Derai seketika tegup-tegup jantung
Menuntun aksara sang pemilik lara

Pijak malam mengelabuhi hening
Hasrat terpendam membeku di sendi
Hingar menggelegar menggema
Hujatkan seruan seribu tanya?
Haruskah ku patri rinduku
Di dalam bilik hati dan kusulamkan
Di setiap palung jiwaku?

Tuhan :
Bila benar binar rindu ini tak kan
Ber tuan maka redupkanlah
Bersama angan yang kerap
membayang
Di dalam purnama-purnama malam
Agar hati tak lagi melayarkan mimpi
Dalam kesemuan…..

” Binar Rindu ”
(Putra Jogja)